Archive for the ‘love story’ Category

WANITA SEMPURNA

May 29, 2009

Ini kisah perjumpaaan dua orang sehabat yang sudah puluhan tahun berpisah.
Mereka kangen2an, ngobrol santai sambil minum kopi di sebuah cafe.
Awalnya topik yang dibicarakan adalah soal2 nostalgia zaman sekolah dulu.
Namun pada akhirnya menyangkut kehidupan mereka sekarang ini.
“Ngomong2, mengapa sampai sekarang kamu belum menikah?”
ujar seorang kepada temannya yang sampai sekarang masih membujang. Read the rest of this entry »

Advertisements

Mencintai apa adanya

May 29, 2009

“Jika sekarang Anda memiliki seorang yang sangat dicintai, ingatlah selalu kebaikannya.
Sayangilah segalanya, agar segala perasaan yang indah menjadi nyata.”

Tahun itu dia mendadak muncul, Xiao Cien namanya. Tampangnya tidak seberapa.
Di bawah dukungan teman sekamar, dengan memaksakan diri aku bersahabat dengan dia.
Secara perlahan, aku mendapati bahwa ia adalah orang yang penuh pengertian dan lemah lembut.
Hari berlalu, hubungan kami semakin dekat.
Perasaan di antara kami semakin menguat, dan juga mendapat dukungan dari teman-teman.
Pada suatu hari di tahun kelulusan kami, dia berkata padaku,
“Saya telah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi, tetapi di Amerika,
dan saya tidak tahu akan pergi berapa lama, kita bertunangan dulu, bolehkah?”
Mungkin dalam keadaan tidak rela melepas kepergiannya, saya mengangguk. Read the rest of this entry »

CERITA KUPU-KUPU

May 29, 2009

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul.
Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu
ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.
Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan.
Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.
Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya.
Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.
Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Read the rest of this entry »

Ceritakan pada Dunia Untukku

May 29, 2009

Ceritakan pada Dunia Untukku
Oleh: John Powell, S.J.

Sekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas
untuk mengikuti kuliah pertama tentang teologi iman.
Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy.
Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm di bawah bahunya.
Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh – sangat aneh.
Tommy ternyata menjadi tantanganku yang terberat. Dia terus-menerus mengajukan keberatan.
Dia juga melecehkan tentang kemungkinan Tuhan mencintai secara tanpa pamrih. Read the rest of this entry »

MAWAR UNTUK IBU

May 29, 2009

Tujukan kasih sayangmu kepada Ibumu sekarang, sebelum itu terlalu lambat.

MAWAR UNTUK IBU
C.W. McCall

Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga
yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal jauh 250 km darinya.
Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri trotoar jalan
sambil menangis tersedu-sedu.
Pria itu menanyainya kenapa dan dijawab oleh gadis kecil,
“Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya.
Tapi saya cuma punya uang lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu.”
Pria itu tersenyum dan berkata, “Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau.”
Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah,
sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya. Read the rest of this entry »

Lakukan Selagi Ada Waktu

May 29, 2009

Semuanya itu disadari John pada saat dia termenung seorang diri,

menatap kosong keluar jendela rumahnya.

Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk.

Semuanya sia-sia belaka. Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy,

di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu.

Malam itu, 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang.

Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham.

Pada saat John memeriksa pekerjaannya,

Magy putrinya yang baru berusia 4 tahun datang menghampiri,

sambil membawa buku ceritanya yang masih baru.

Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri. Dia berkata dengan suara manjanya,

“Papa lihat!” John menengok kearahnya dan berkata, “Wah, buku baru ya?”

“Ya Papa!” katanya berseri-seri, “Bacain dong!”

“Wah, Ayah sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh”,

kata John dgn cepat sambil mengalihkan perhatiannya pada tumpukan kertas di depan hidungnya. Read the rest of this entry »